Berita

Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Diserang Warga Saat Penggerebekan , 1 Polisi Tewas dan 2 Hilang

91
×

Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Diserang Warga Saat Penggerebekan , 1 Polisi Tewas dan 2 Hilang

Sebarkan artikel ini

Siberpatroli.co.id // KATINGAN – Sebuah operasi penangkapan gembong narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, berakhir tragis.

Anggota Satresnarkoba Polres Katingan diamuk massa menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Akibat insiden berdarah ini, satu personel kepolisian ditemukan meninggal dunia, dua orang dinyatakan hilang, dan enam lainnya berhasil dievakuasi selamat setelah sempat terdesak dan bersembunyi di hutan.

Kronologi Penggerebekan Residivis Narkoba

Peristiwa bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Katingan memimpin langsung operasi penyelidikan.

Target operasi (TO) diketahui merupakan seorang residivis kasus narkoba berinisial BIO.Pada Rabu (1/7/2026) pukul 21.00 WIB, tim yang terdiri dari 12 personel bergerak ke lokasi.

Setibanya di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis dini hari pukul 00.30 WIB, kekuatan dibagi menjadi dua tim: Tim 1 (9 personel dipimpin Kasat Resnarkoba) menuju rumah target, sementara Tim 2 (3 personel) bersiaga di area SMPN setempat.
Saat Tim 1 berhasil mengamankan BIO di rumahnya, situasi mendadak mencekam.

Seorang pria dari arah dapur tiba-tiba menyerang Briptu Dedi menggunakan sebilah parang. Beruntung, serangan tersebut berhasil digagalkan dengan bantuan Bripda Ferdy.

Perlawanan Sajam dan Tembakan Maut

Situasi kian tak terkendali ketika dua pria lain muncul dari dalam kamar sambil mengayunkan parang ke arah Kasat Resnarkoba.

Melihat ancaman langsung terhadap keselamatan pimpinan, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan.

“Tembakan peringatan tersebut tidak dihiraukan. Karena pelaku tetap melakukan perlawanan yang mengancam nyawa, petugas terpaksa melepaskan tembakan pelumpuhan hingga membuat pelaku tergeletak di depan pintu,” tulis laporan kronologi kejadian.

Tembakan pelumpuhan tersebut memicu histeria keluarga korban. Isak tangis keluarga memancing kemarahan warga sekitar. Dalam waktu singkat, massa dan tetangga berdatangan mengepung petugas dengan membawa parang serta senjata api rakitan.

Terdesak Amukan Massa dan Menyelamatkan Diri

Kalah jumlah dan dihujani tembakan senjata rakitan oleh warga, Tim 1 terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri. Mereka sempat menyeberang dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah sungai, bahkan Kasat Resnarkoba terpaksa terjun langsung ke air.

Di tengah kepungan, personel sempat menghubungi Polsek Katingan Tengah dan Kapolres Katingan untuk meminta bantuan penebalan pasukan.

Sementara itu, Tim 2 yang mencoba mencari bantuan menggunakan mobil (R4) sempat dihadang massa bersenjata api rakitan dan balok besar.

Beruntung, Tim 2 berhasil lolos dari penghadangan dan tiba di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Tragis, 1 Polisi Gugur dan 2 Personel Masih Hilang

Nahas bagi Tim 1 yang berada di pulau, posisi mereka semakin terdesak. Karena kelelahan saat mencoba melarikan diri dengan cara berenang menyeberangi sungai, tiga personel yaitu Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri terpaksa menyerah dan kembali ke pinggir sungai yang sudah dipadati warga.

Sedangkan lima personel lainnya (Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko) berhasil menyeberang dan bersembunyi di dalam hutan.

Hingga berita ini diturunkan, total 9 anggota Satresnarkoba Polres Katingan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Namun, Aipda Yudhie ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lanting (rumah terapung).

Sementara itu, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, belum diketahui keberadaannya. Pihak kepolisian masih terus melakukan upaya pencarian dan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai desa setempat.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!