Siberpatroli.co.id || SIMALUNGUN – Aktifitas perjudian berkedok adu ketangkasan jenis meja ikan-ikan atau biasa disebut meja tembak ikan yang selama ini beroperasi diwilayah hukum Polsek Perdagangan Polres Simalungun saat ini kerap buka tutup dalam menjalankan bisnisnya, ini diduga akibat adanya persaingan antar sesama ‘bos’ juga disinyalir terkait jumlah atensi kepada pihak APH yang terus meningkat.
Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa orang warga yang selama ini aktif mengikuti permainan tersebut kepada wartawan, Sabtu 25/10/2025 di salah satu kedai kopi di Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam “iya pak, kalau kita lihat adanya persaingan antar sesama bos diatas sana hingga terjadi buka tutup seperti saat ini, dan juga informasinya akibat adanya kenaikan target setoran kepada pihak APH pak”, ucap mereka.
Saat ditanya oleh awak media, siapa penanggung jawab permainan meja tembak ikan tersebut?, kepada awak media mereka mengatakan “selama ini dikelola oleh aparat berseragam yang ada disalah satu kesatuan yang ada di Simalungun ini pak, tadinya lancar-lancar aja namun akhir-akhir ini mengalami kendala, sebentar buka sebentar tutup”, ujar mereka kepada awak media.
Apa penyebab bisa terjadi buka tutup, mereka mengatakan “kalau informasi yang kita dengar adanya persaingan antar bos diatas pak, ada juga informasi bahwa naiknya target setoran kepada aparat penegak hukum (APH) pak, tapi sepertinya memang ada perebutan diantara mereka sesama yang dari atas sana, ada informasi lagi adanya pihak bos lain yang mau masuk dan langsung dari komando tingkat Sumatera Utara pak”, ucap mereka.
Dari pantauan awak media dibeberapa lokasi benar adanya bahwa aktifitas perjudian berkedok permainan adu ketangkasan alias meja tembak ikan sudah tutup sejak beberapa minggu terakhir, menurut informasi yang dihimpun anehnya mereka tutup disaat tanggal setoran atensi ke berbagai elemen, sehingga menimbulkan pertanyaan, kenapa mereka tutup disaat akan bayar setoran atensi kepada pihak APH dan lainnya?, ini mungkin suatu teori konsfirasi untuk memperoleh keuntungan bagi pelaksananya di kelas bawah.
Hingga berita ini dipublikasikan, beberapa nomor kontak HP juga WhatsApp pelaksananya dilapangan tidak satupun ada yang dapat dihubungi, atau dalam kata lain mereka sepakat untuk mati HP atau WhatsApp kepada siapapun, sementara informasi terbaru yang berhasil awak media terima, bahwa bos lama mendapat tekanan dari bos yang lebih tinggi, bahkan informasinya bos tingkat Sumatera Utara akan ambil alih permainan dilapangan.[tim-red]












