Uncategorized

Dirgahayu HUT ke-80 RI, Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri Absen Hadir di Istana Merdeka Jakarta

125
×

Dirgahayu HUT ke-80 RI, Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri Absen Hadir di Istana Merdeka Jakarta

Sebarkan artikel ini

 

Oleh : H Sutriachol Abdul Haris, Lc (Penulis Prioritas Pedoman Hidup Muslim Totalitas & Mantu KH Abdul Aziz Muslim sang Penerima Piagam Presiden Seokarno di Konferensi Islam Asia Afrika – Bandung 1965)

 

Siberpatroli.co.id|| JAKARTA – Datanglah tanggal 17 Agustus namun Ibu Megawati Soekarno Putri tak datang atau absen ke Istana. Ketika semarak hari kemerdekaan upacara detik-detik proklamasi tepat di hari Minggu, 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Ibu Megawati Soekarno Putri memilih memimpin upacara HUT ke 80 RI di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung Jakarta. Hal ini disampaikan selaku Sekjen PDIP Hasto Kristianto pada Minggu 17 Agustus dikutip dari detik.com dimana menurut Hasto bahwa hal itu sudah menjadi tradisi.

Minggu 17 Agustus. Dengan berias anggun dengan baju adat Sumatera Barat lebih kedominan corak Merah Putih, Ketua DPR RI Puan Maharani sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada tanggal 17 Agustus 2025 Pukul 16:17 wib Membawa pesan dari Ibunya Megawati Soekarno Putri bahwa, “dimana kita gotong royong berjuang memajukan negara, agar Indonesia lebih baik dan bermartabat”. Kata Puan di Istana Merdeka (17/8/2025).

Penulis mengutip sebahagian dari Jurnal Ilmiah, “Bhineka Tunggal Ika” yang terbit berkala oleh Setjen DPD RI. Volume 3 No.1 Tahun 2012. menyampaikan
Dalam semangat pembangunan ketatanegaraan Indonesia bahwa kehadiran mantan Presiden adalah memiliki simbol penting. Amat bernilai strategis karena perannya laksana sebagai simbol, dimana garis amanat UUD 1945. dalam memberikan makna dan “Tauladan” kebangsaan.

Dalam menentukan langkah penting dan pluralistik bagi siapapun nahkoda kapal besar yang bernama NKRI ini. patutlah kita semua dukung dan rasanya wajib hadir ketika momen besar bagi bangsa seperti 17 Agustus itu tiba saatnya. Bukan soal hubungan Ibu Megawati Soekarno Putri yang katanya baik – baik saja dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Disinilah peran bagi seorang bernama ibu bagi seorang Ibu Megawati Soekarno Putri dimana secara pasti, bahwa ketika yang lain para mantan Presiden RI itu secara umumnya ialah laki – laki. Maka kewajiban ibu adalah hadir ditengah pangkuan bersama Ibu Pertiwi, cukup saat detik – detik memanggilnya. Alhamdulillah.

Didalam menentukan langkah dan arah visi masa depan bagi bangsa dan seorang Presiden Prabowo Subianto. misalnya, ketika Ibu Megawati Soekarno Putri dapat mendukung dan hadirnya lahir bathin penuh kearifan BerBhineka Tunggal Ika.

Hal-hal yang berkaitan dengan semangat arti sebuah kata Merdeka dan Perjuangan bagi “Hubbul Wathan Minal Iman” adalah ketika Ibu Megawati Soekarno Putri dapat menghadirkan tauladan yang lebih besar lagi bagi kemajuan bangsa yang majemuk dengan satu kekuatan bersatu dan tidak bercerai berai satu tali ikatan kasih Tuhan.

Bilamana Indonesia negara yang terdiri dari teritorial luas dan banyak berkepulauan lagi menganut atas daerah dan kewilayahan dimana kita hidup disanalah ada (RT) Rukun Tetangga, ada Rukun Warga, namun kenapa tidak Rukun Negara. Hidup sejatinya kembali kepada individu dan sejatinya pula bahwa hidup dan langkahnya sekalipun ia dapat hidup dan dapat mati, semua itu tak ada yang lost kontrol dari kalkulasi hisab Tuhan. dan semua kita pastilah pada Tuhan kembali.

Pokok-pokok yang bernalar ilmiah dan implementasi bagi arti sebuah kata kearifan dan kebijakan dalam jiwa raga dan dari relung hati yang paling dalam nun penuh Pancasilais adalah ketika sebuah kata atau syair Tauladan itu menggema jadi syiar.

MERDEKA …!!!

 

 

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!