Sampit, Kalimantan Tengah // Siberpatroli.co.id – Bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan iman dan takwa, malah diwarnai dengan kontroversi di Kota Sampit.
Di tengah semarak lantunan ayat suci Al-Qur’an, diskotik/dugem di kota ini justru menggema dengan musik yang keras dan hiruk-pikuk.
Laporan dari warga setempat menyebutkan bahwa beberapa diskotik/dugem di Sampit masih beroperasi seperti biasa, bahkan hingga larut malam.
Hal ini akan memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat yang ingin menikmati Ramadan dengan khidmat dan damai.
“Ini sangat tidak pantas,” kata seorang warga Sampit,yang tidak mau disebutkan namanya, saat ditemui di Masjid Agung Sampit. “Kami ingin Ramadan yang damai dan khidmat, bukan diwarnai dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama”tegasnya.
Masyarakat berharap tentang kegiatan diskotik/dugem ini harus ditindak tegas . “Kami berharap pemerintah dan APH tidak akan membiarkan kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya kita,” kata warga lainnya.
Sementara itu, masyarakat Sampit berharap agar pemerintah dapat mengambil tindakan yang lebih efektif untuk menjaga kesucian Ramadan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati atar umat beraga selama bulan suci ini.












