siberpatroli.co.id || JAKARTA- Tantiem bagi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sorotan dalam sidang penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2026 beserta Nota Keuangannya yang digelar pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto berkali-kali menyinggung praktik tantiem yang selama ini diberikan kepada komisaris BUMN.
Ia menegaskan bahwa pemberian tantiem, yang seharusnya menjadi insentif kinerja, telah berlangsung tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.
Prabowo menekankan bahwa penghapusan tantiem ini merupakan bagian dari upaya perbaikan pengelolaan BUMN agar lebih transparan dan akuntabel.
Menurutnya, ada kasus komisaris BUMN yang menerima tantiem hingga Rp40 miliar per tahun meski hanya menghadiri rapat satu kali, sehingga praktik ini dinilai tidak masuk akal.
Ia menambahkan, penghapusan tantiem berlaku juga untuk insentif khusus, insentif kinerja, dan insentif jangka panjang bagi komisaris BUMN dan anak usahanya.
Surat Edaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Nomor S-063/DI-BP/VII/2025 tertanggal 30 Juli 2025 juga menegaskan perubahan ketentuan pemberian tantiem dan insentif bagi direksi BUMN.
Prabowo menyatakan bahwa direksi BUMN tidak akan menerima tantiem jika perusahaan mengalami kerugian, dan bonus hanya diberikan jika perusahaan membukukan keuntungan nyata.
“Saya juga telah perintahkan ke Danantara, direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi. Dan untungnya harus untung benar, jangan untung akal-akalan. Kita sudah lama jadi orang Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR RI.
Lebih lanjut, ia menantang seluruh komisaris dan direksi BUMN yang tidak setuju dengan kebijakan ini untuk mundur dari jabatannya.
“Dan, kalau direksi itu, kalau komisaris itu keberatan, segera berhenti saudara-saudara sekalian,” ucapnya sambil menunjuk-nunjukkan jarinya dan menghentakkan telapak tangan ke podium.
Seluruh peserta sidang memberikan tepuk tangan meriah dan berdiri dari kursi masing-masing, bahkan menyorakkan nama Prabowo di ruang sidang.
“Saudara-saudara sekalian, Pemilu masih lama, ini kayak rapat di kecamatan saja, tapi ini serius, tidak masuk akal,” tambah Prabowo disambut gelak tawa peserta sidang.
Kepada komisaris dan direksi BUMN, Prabowo menegaskan bahwa pihaknya siap mengganti mereka dengan generasi muda yang kompeten jika tidak bersedia mengikuti kebijakan baru tersebut.
“Jadi direksi dan komisaris, kalau keberatan tidak bersedia, tidak menerima tantiem, berhenti. Banyak anak-anak muda yang mampu, yang siap menggantikan mereka. Saudara-saudara sekalian, setiap rupiah, setiap rupiah uang rakyat harus kita jaga,” ujar Prabowo menutup pidatonya.(*)
Editor: Redaksi








