SAMPIT // Siberpatroli.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mengintensifkan Patroli Jarak Jauh di sepanjang jalur poros Jl. Cilik Riwut hingga Desa Kota Besi, Selasa siang (07/04/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons proaktif untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di titik-titik rawan (blackspot) wilayah hukum Polres Kotim.
Fokus pada Keamanan Kendaraan Berat
Bukan sekadar patroli biasa, petugas Piket Regu IV Satlantas menyasar para sopir truk di rest area. Petugas melakukan pendekatan persuasif mengenai pentingnya Kamseltibcar Lantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas).

Beberapa poin krusial yang ditekankan petugas di lapangan meliputi:
- Prosedur Darurat: Kewajiban memasang tanda keselamatan (segitiga pengaman) saat kendaraan mengalami kendala teknis atau mogok di badan jalan.
- Manajemen Lelah: Himbauan keras untuk segera beristirahat jika kantuk menyerang guna menghindari kecelakaan akibat micro-sleep.
- Bantuan Teknis: Petugas tidak hanya memberi himbauan, tetapi juga turun tangan membantu pemasangan tanda keselamatan bagi kendaraan yang sedang trouble.
Pemetaan ‘Anatomi’ Kerawanan
Selain sosialisasi, patroli ini berfungsi sebagai instrumen pengumpulan data lapangan. Satlantas Polres Kotim melakukan pemantauan rutin untuk menyusun Anatomi Kejadian, sebuah pemetaan mendalam yang merinci:
1. Titik koordinat daerah rawan pelanggaran.
2. Identifikasi penyebab dominan kecelakaan di jalur Km 0 s/d Km 18.
3. Evaluasi infrastruktur jalan yang berpotensi membahayakan pengendara.

Pernyataan Resmi Kapolres Kotim,
AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Hariyanto, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di jalur lintas kabupaten ini bertujuan memberikan rasa aman nyata bagi pengguna jalan.
“Kami tidak ingin hanya sekadar hadir, tapi ingin memastikan setiap nyawa di jalan raya terlindungi. Patroli jarak jauh ini adalah upaya preventif kami untuk meminimalisir risiko sekecil mungkin melalui edukasi dan pengawasan ketat,” ujar AKP Hariyanto.
Dengan konsistensi patroli ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari masyarakat dan operator angkutan logistik untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, bukan sekadar formalitas belaka.












