BeritaNasionalSosial

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prof. Sutan Nasomal dan Insan Pers Indonesia Sampaikan Duka Mendalam

12
×

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prof. Sutan Nasomal dan Insan Pers Indonesia Sampaikan Duka Mendalam

Sebarkan artikel ini

JAKARTA // Siberpatroli.co.id – Kabar duka menyelimuti tanah air setelah tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) gugur dalam tugas di Lebanon.

Peristiwa tragis ini memicu simpati mendalam dari berbagai kalangan, termasuk para insan pers nasional dan pakar hukum internasional.

Serangan Beruntun dalam 24 Jam
Ketiga prajurit tersebut gugur dalam dua insiden serangan berbeda dalam kurun waktu singkat. Serangan pertama terjadi pada Minggu (29/3) di pos unit Indonesia, Desa Adchit Al Qusayr, yang merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon.

Hanya berselang satu hari, Senin (30/3), serangan kedua menyasar kendaraan pasukan Indonesia saat melintas di dekat wilayah Bani Hayyan.

Insiden ini menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Kondisi di Timur Tengah yang memanas akibat aksi pemboman oleh Israel di wilayah kerja TNI kini menjadi sorotan tajam dunia internasional.

Penghargaan dan Jaminan dari Presiden
Menanggapi tragedi ini, Presiden RI Prabowo Subianto bergerak cepat memberikan penghormatan terakhir bagi para pahlawan bangsa.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan santunan kepada keluarga, penghargaan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, serta jaminan bagi putra-putri mereka untuk masuk TNI atau Kowad di masa depan,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, Pakar Hukum Pidana Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia (PKRI) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Kecaman terhadap Kejahatan Perang
Dalam pernyataannya kepada para pemimpin redaksi media cetak dan daring, Prof. Sutan yang juga pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus menegaskan bahwa tindakan serangan yang menyasar pasukan perdamaian adalah kejahatan luar biasa.
“Kejahatan dalam strategi perang memang sering kali tidak memiliki rasa iba. Insan Pers Indonesia bersama kami sangat berduka. Apa yang dilakukan Israel dengan menyasar wilayah kerja TNI adalah tindakan yang menyakiti perasaan masyarakat Indonesia dan tidak bisa dimaafkan,” tegasnya via sambungan telepon di Markas Pusat PKRI, Cijantung.

Menurutnya, rakyat Indonesia menyimpan amarah besar terhadap eskalasi konflik yang sengaja diperluas, yang dinilai sebagai upaya merusak kedaulatan negara-negara merdeka.

Solidaritas Insan Pers dan Doa Bangsa
Menutup keterangannya, Prof. Sutan mengajak seluruh tim media dan masyarakat untuk mendoakan para syuhada yang gugur dalam menjalankan tugas mulia di Lebanon.

“Semoga perjuangan para prajurit TNI mendapatkan rida dari Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan. Semangat ‘hidup mulia atau mati syahid’ akan selalu menjadi nafas para pejuang kita,” pungkasnya.

Editor: [Bony A]
Sumber: Wawancara Eksklusif Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!