Jakarta // Siberpatroli.co.id -Sebagai wartawan Mitra Kepolisian (Polri), Andi (35) telah menjadi bagian dari tim media yang melayani kebutuhan informasi masyarakat tentang kegiatan kepolisian. Namun, di balik kesibukannya, Andi harus menghadapi tantangan yang tidak sedikit.
Andi tidak menerima bayaran atas jasanya sebagai wartawan mitra Polri. Ia harus menanggung biaya operasional sendiri, termasuk biaya internet, pulsa, dan peralatan yang digunakan untuk melakukan liputan. Selain itu, Andi juga harus membiayai perawatan website yang menjadi platformnya untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat.
“Sebagai wartawan mitra, saya tidak menerima gaji bulanan. Saya harus mencari cara untuk membiayai kegiatan liputan saya sendiri,” kata Andi.
Andi bukan satu-satunya yang mengalami hal ini. Banyak wartawan mitra Polri lainnya juga menghadapi tantangan serupa. Mereka berjuang untuk membiayai kegiatan liputan dan perawatan website, sementara masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan terkini.
“Menjadi wartawan mitra Polri adalah pilihan, bukan profesi yang dibayar. Kami melakukan ini karena ingin berbagi informasi dan membantu masyarakat,” kata Andi.
Kisah Andi dan wartawan mitra Polri lainnya patut diapresiasi. Mereka berjuang untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terkini, tanpa meminta imbalan. Semoga kisah mereka dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih peduli dengan kegiatan jurnalistik dan membantu masyarakat.












