Berita

TEROR TERHADAP PERS: Wartawan Batam Ditikam, Diduga Buntut Liputan Judi dan Miras

17
×

TEROR TERHADAP PERS: Wartawan Batam Ditikam, Diduga Buntut Liputan Judi dan Miras

Sebarkan artikel ini

Siberpatroli.co.id // BATAM, – Kebebasan pers di Kota Batam kembali diuji. Seorang wartawan lokal, Muhammad Buhari, kini dirawat intensif di RSBK Kota Batam usai ditikam tiga Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat (10/7/2026) dini hari.

Insiden ini diduga kuat berkaitan dengan liputan investigasi korban terkait sindikat perjudian dan penjualan minuman keras di Batam.

Dihadang di Jalan Sepi
Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.35 WIB di ruas Jalan Sukajadi menuju Simpang Jam, Baloi Indah.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban dihadang oleh tiga pelaku yang menggunakan dua unit sepeda motor, Honda Beat biru dan Honda Scoopy hitam-merah.

Buhari pertama kali ditemukan terkapar bersimbah darah oleh petugas sekuriti perusahaan di sekitar lokasi. Hingga berita ini ditulis, korban masih dalam kondisi kritis dan mendapat penanganan medis intensif.

Istri korban, yang namanya tidak disebutkan, telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Barelang dengan dugaan percobaan pembunuhan.

Diduga Pembungkaman Terhadap Jurnalis
Keluarga menduga penikaman ini bukan aksi kriminal jalanan biasa.

“Kami menduga ada kaitannya dengan liputan suami saya terkait perjudian jackpot dan toko minuman,” ujar istri korban kepada wartawan, Jumat (10/7).

Selain berprofesi sebagai jurnalis, Buhari juga dikenal sebagai aktivis anti-narkoba di Batam. Rekam jejak tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan oleh sindikat yang merasa terusik oleh pemberitaan korban.

Jika terbukti, kasus ini merupakan bentuk teror terhadap kerja jurnalistik dan upaya pembungkaman terhadap media yang membongkar praktik ilegal di Batam.

Polisi Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Barelang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus dan motif penikaman.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Publik dan komunitas pers mendesak polisi segera mengungkap pelaku eksekutor maupun aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.

Aliansi jurnalis di Batam juga menyatakan sikap dan mendesak negara hadir melindungi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Laporan: Samsul Daeng Pasomba | PPWI Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!