Siberpatroli.co.id || SIMALUNGUN – Bak pepatah orang-orang tua dulu yang menyebutkan “habis arang besi binasa” demikian ungkapan kata yang dilontarkan beberapa orang warga Kecamatan Bandar khususnya yang bermukim diseputaran kota Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, menyikapi tumpukan sampah yang menggunung bahkan menebar bau busuk dihalaman pajak moderen Kota Perdagangan.

“Ini namanya pak ‘habis arang besi binasa’ yang maksudnya pak, uang retribusi kebersihan terus dikutip tanpa henti namun sampah tidak terkelola bahkan sampah tetap menggunung yang seakan tidak terjamah sama sekali oleh petugas kebersihan hingga menebarkan bau busuk yang sangat menyengat”, ucap pedagang yang berdekatan dengan tumpukan sampah yang sudah membusuk tersebut.
Yang ironisnya lagi pak “lantai halaman pajak moderen yang sudah di hotmix itu dijadikan tempat pembakaran sampah, padahal seharusnya itu tidak terjadi, kalaupun untuk sementara sampah tertumpuk itu boleh-boleh aja, mungkin dengan alasan adanya kerusakan armada truck pengangkut, tapi bukanlah berarti lokasi itu dijadikan Tempat Pembuangan Alhir (TPA) seperti yang kita lihat ini pak”, ucap warga kepada wartawan.

Berbeda dengan pengakuan pedagang, mereka menyebutkan bahwa retribusi sampah mereka tidak pernah terlambat membayarnya, ada yang dibayar harian ada juga yang sistim bulanan, namun kondisi sampah di wilayah pajak moderen ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik, bahkan meningkat ketidak beresannya.
Plt Camat Kecamatan Bandar bapak Supardi saat dikonfirmasi wartawan berkenaan dengan fenomena sampah yang ada disekitaran pajak moderen Perdagangan, melalui pesan percakapan WhtsApp di Nomor +62 821-2611-18XX Senin 28/7/2025 sekira pukul 12.20 Wib, mengatakan

“Sampah tersebut semenjak kita jasi Plt.Camat Bandar jauh sudahh berkurang, dan titik Lokasi Sampah yang lain termasuk di dekat Kantor Telkom sudah 2 kali kami bersihkan pakao alat berat, di Pajak Baru sudah 6 kali pakai alat berat, juga kami angkut bolak-balik dibuang ke TPA, di Jalan Garuda sudah 2 kali kami bersihkan pakai alat berat, dan di Jalan Baru sudah 2 kali kami buat Gotong Royong, tapi karena Sampah di Kecamatan Bandar sangat banyak, sementara Armada kami terbatas yaitu 2 Truck, Petugas Kebersihan kami jugasudah berkurang”, kata Plt Camat Bandar.
Dkatakannya “TPA kami yang di Sugarang Bayu baru saja kami Benahi, yang kemarin TPA sudah gak mampu menampung sampah ditambah Akses jalan menuju TPA hancur, sekarang Jalan menuju TPA sudah lumayan kami benahi pakai alat berat, kami Pemerintah Kecamatan Bandar tetap komit untuk ngatasi Sampah”, jelas Plt Camat Bandar.

Disampaikannya “Para Pedagang Pajak Baru dan sekitarnya mungkin banyak yang tahuu gimana kami berusaha untuk mengentaskan masalah Sampah, Sabtu-Minggu pun kami kerja, cuman keterbatasan pinjam Alat berat ke Perusahaan, jadi kamo tetap menunggu Alat berat biar Sampah bisa teratasi dengan baik, walaupun setiap hari tetap kami angkut”, jelas Plt Camat Bandar Supardi kepada wartawan.
Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bandar bapak Joel Sinaga.SH saat dimintai tanggapannya berkaitan dengan peroblem sampah di Kota Perdagangan, Senin 28/7/2025 mengatakan ” Jalan satu satunya persoalan sampah hanya ada 2 (dua) opsi, pertama tingkatkan kesejahteraan petugas kebersihan sampah, kedua alat, seperti bak sampah dan trcuk sampah di tambah unitnya, karna estimasi sampah dalam satu hari untuk Kecamatan bandar dalam satu hari mencapai hampir 17 – 20 ton, sementra dum tr uk yang ada cuman 2 (dua) unit itu pun kodisinya sering rusak”, ucap Joel Sinaga.SH kepada wartawan.[tim-red]












