Uncategorized

Demo GRAP Batal, Warga Pagurawan Minta Dirut PDAM Tirta Tanjung Dipanggil Camat

18
×

Demo GRAP Batal, Warga Pagurawan Minta Dirut PDAM Tirta Tanjung Dipanggil Camat

Sebarkan artikel ini

 

Siberpatroli.co.id || BATU BARA – Rencana aksi unjuk rasa Gerakan Rakyat Pagurawan (GERAP) terkait pelayanan air PDAM Tirta Tanjung di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya dibatalkan.

Sebelumnya, rencana aksi tersebut beredar luas melalui media sosial Facebook. Dalam unggahan akun Husni, masyarakat Pagurawan diajak mengikuti aksi yang dijadwalkan Senin (31/8/2026) pukul 08.30 WIB di Kantor Camat Medang Deras dan lokasi PDAM Nenassiam.

GERAP sebelumnya meminta Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung segera merespons persoalan pelayanan air yang dikeluhkan masyarakat. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan adanya tenggat waktu yang diberikan kepada pihak PDAM.

Menanggapi rencana aksi tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung Zulkarnain Ahmad menyampaikan harapan agar persoalan tersebut tidak diselesaikan melalui demonstrasi.

“Saya mendoakan jangan demo,” ujar Zulkarnain melalui pesan WhatsApp.

Koordinator GERAP Husni S.Sos saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026), membenarkan bahwa aksi tersebut batal dilaksanakan. Keputusan itu diambil setelah aliran air PDAM kembali mengalir.

“Aksi demo batal, sebab air PAM sudah hidup. Tapi kami dari GERAP melayangkan surat ke Camat Medang Deras untuk memanggil Dirut PDAM,” kata Husni.

Meski aksi dibatalkan, GERAP tetap meminta persoalan pelayanan PDAM dibahas melalui audiensi. Husni berharap pihak kecamatan dapat mempertemukan masyarakat dengan Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung.

Bidang Pergerakan Massa GERAP, Mhd Hadi Wijaya Kesuma, mengatakan pembatalan aksi bukan berarti GERAP menghentikan tuntutan masyarakat.

“Batal bang, tapi kalau surat kami tidak ditanggapi maka kami akan melakukan aksi demo. Titik lokasi demo masih kami rencanakan,” katanya.

Hadi menyebut surat audiensi telah disampaikan kepada Camat Medang Deras. Menurutnya, pihak kecamatan menyampaikan rencana pertemuan pada Selasa atau Rabu pekan depan.

“Surat sudah kami masukkan sama Camat, kata Camat hari Selasa atau Rabu depan, sebab Dirutnya meminta hari tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Medang Deras Ahmad S.E. belum memberikan tanggapan ketika dihubungi wartawan. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp juga belum mendapat balasan hingga berita ini diterbitkan.

Keluhan masyarakat terkait PDAM Tirta Tanjung disebut menjadi salah satu pemicu munculnya rencana aksi tersebut. Warga mengeluhkan pasokan air yang disebut kerap terhenti, sementara pelanggan tetap diwajibkan membayar rekening air.

Selain itu, terdapat pula keluhan mengenai dugaan pemutusan meteran air secara sepihak. Namun, tudingan tersebut masih berupa keterangan dari warga dan belum mendapat klarifikasi dari pihak PDAM Tirta Tanjung.

“Air sering mati, namun kami harus membayar. Pihak PAM memutuskan meteran air aku,” kata seorang sumber.

Dengan dibatalkannya aksi, persoalan tersebut kini akan diarahkan terlebih dahulu melalui jalur audiensi. GERAP menyatakan akan mempertimbangkan kembali aksi unjuk rasa apabila permintaan audiensi tidak mendapat respons.

Reporter: Nazwa

Teks foto: GERAP membatalkan rencana aksi unjuk rasa terkait pelayanan PDAM Tirta Tanjung dan memilih menempuh jalur audiensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!