BeritaDaerahEkonomi Nasional

Idul Adha 2026: Kepala Desa Batu Agung Jadi Khatib, Ajak Warga Bangun Keikhlasan di Tengah Tantangan Ekonomi

24
×

Idul Adha 2026: Kepala Desa Batu Agung Jadi Khatib, Ajak Warga Bangun Keikhlasan di Tengah Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Temp: 24.0?C | 75.2?F, Humidity: 97%, Wind: 258? WSW, Wind Speed: 3.6 km/h

Siberpatroli.co.id // KOTIM – Kepala Desa Batu Agung, Ustad Bejo Susanto, bertindak langsung sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Nurul Huda, Desa Batu Agung, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (27/5/2026).

​Dalam khotbahnya, ia menyoroti pentingnya menjaga keikhlasan untuk meraih ketakwaan di tengah situasi era yang sulit saat ini. Selain Ustad Bejo Susanto yang menjadi khatib, bertindak sebagai imam salat adalah Ustad Bijuri, dan Ustad Gunawan selaku bilal.

​Di hadapan ratusan jemaah yang memadati lokasi ibadah, Ustad Bejo Susanto menyampaikan khotbah bertajuk Membangun Keikhlasan Menuju Ketakwaan kepada Allah SWT di Era yang Sulit Saat Ini. Ia menekankan bahwa esensi kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan simbol kepasrahan total seorang hamba kepada penciptanya, meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

​”Kita tidak memungkiri bahwa tahun 2026 ini membawa tantangan ekonomi dan sosial yang tidak mudah bagi masyarakat desa. Namun, justru di saat-saat sulit seperti inilah kualitas keikhlasan kita diuji. Ikhlas menerima ketentuan-Nya, dan ikhlas berbagi melalui ibadah kurban demi meringankan beban sesama,” ujar Kepala Desa dalam petikan khotbahnya.

​Ia menambahkan, keikhlasan yang kokoh akan bermuara pada ketakwaan sejati. Ketakwaan inilah yang menjadi modal sosial terbesar bagi warga Desa Batu Agung untuk tetap tangguh, kompak, dan saling bergotong-royong menghadapi himpitan ekonomi.

Selaras dengan Konteks Hukum Islam di Indonesia

​Pelaksanaan ibadah kurban dan perayaan Idul Adha di Desa Batu Agung ini juga berjalan selaras dengan koridor hukum Islam yang berlaku di Indonesia. Secara formal, pemanfaatan dan pengelolaan hewan kurban di tanah air diatur untuk memastikan kemaslahatan umat (maslahah mursalah), baik dari segi syariat fikih maupun regulasi pemerintah terkait kesehatan hewan.

​Imam Masjid Nurul Huda, Ustad Bijuri, menyambut positif inisiatif Kepala Desa yang turun langsung menjadi narasumber spiritual bagi warganya. Menurutnya, pesan khotbah tersebut sangat relevan dengan kondisi psikologis masyarakat saat ini yang membutuhkan penguatan iman agar tidak putus asa.

​Pantauan di lokasi, setelah rangkaian salat dan khotbah selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban. Pada perayaan tahun ini, Masjid Nurul Huda mengelola total 26 ekor hewan kurban yang terdiri dari 9 ekor sapi dan 17 ekor kambing.

​Daging kurban tersebut langsung didistribusikan secara prioritas kepada warga kurang mampu dan masyarakat yang paling terdampak oleh situasi ekonomi di wilayah Desa Batu Agung. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!