Kronologi Kejadian: Berawal dari Hubungan Arus Pendek Wifi
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, peristiwa memilukan ini bermula pada Sabtu (21/03/2026) yang lalu. Saat itu, adik ipar Yuni Saragih almarhum bersama jiran tetanggah melihat rekan kerja Gunardi datang ke rumah untuk menjemput korban. Alasan penjemputan tersebut adalah adanya gangguan atau jaringan wifi yang rusak yang harus diperbaiki.
Namun, kecurigaan mulai timbul saat sore hari menjelang waktu Magrib. Anak kandung almarhum tiba-tiba menangis histeris sambil memanggil-manggil ayahnya.
Melihat keponakannya terus menangis dan merasa tidak tega, Yuni Saragih, yang merupakan adik ipar almarhum, mencoba menghubungi nomor kontak Gunardi. Namun, nomor telepon genggam korban sudah tidak aktif. Tak sampai di situ, Yuni juga mencoba menghubungi rekan kerja yang menjemput Gunardi tadi siang, tetapi nomornya pun sama-sama tidak aktif.
Penemuan Jasad di TPU Kristen
Pencarian yang dilakukan keluarga selama tiga hari sempat tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, pada Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 16.48 WIB, warga sekitar TPU Kristen Nagori Marihat Bandar dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tergeletak di area pemakaman.
Diduga Dibunuh Secara Sadis, Harta Benda Korban Lenyap
Kematian Gunardi diyakini kuat merupakan aksi pembunuhan keji yang disertai perampokan. Pihak keluarga menyampaikan kepada awak media bahwa pada tubuh almarhum ditemukan tanda-tanda kekerasan yang fatal.
Luka Jeratan: Terdapat bekas luka jeratan tali yang cukup parah di bagian leher korban.
Luka Tusuk/Benda Tajam: Ditemukan juga luka robek pada bagian badan di bawah ketiak tangan korban.
Selain merenggut nyawa korban secara tragis, pelaku diduga kuat membawa kabur seluruh harta benda milik korban. Sepeda motor Honda Vario, STNK, dompet, hingga handphone milik almarhum lenyap tanpa bekas di lokasi kejadian.
Keluarga Tagih Janji Aparat Penegak Hukum (APH)
Kekecewaan keluarga semakin memuncak karena hingga pertengahan bulan Mei 2026 ini, pelaku belum juga terungkap. Sekitar setengah bulan yang lalu di bulan Mei, Tumin bersama keluarga sempat mendatangi Mapolsek Bandar Huluan untuk menanyakan perkembangan kasus dan status pengejaran terduga pelaku.
”Kami datang menanyakan perkembangan kasus ini, apakah pelaku diduga pembunuhan anak kami sudah ditangkap atau belum,” ujar Tumin dengan nada bergetar menahan kesedihan.
Pihak keluarga menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus menagih janji kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Simalungun. Mereka berharap polisi bergerak cepat, profesional, dan segera meringkus pelaku demi keadilan bagi almarhum Gunardi serta memberikan kepastian hukum yang seadil-adilnya.[*]












