BeritaSejarah

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Data Ulang Pahlawan yang Tercecer, Soroti Kisah TB. A. Basuni di Bogor

19
×

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Data Ulang Pahlawan yang Tercecer, Soroti Kisah TB. A. Basuni di Bogor

Sebarkan artikel ini

Siberpatroli.co.id // JAKARTA, – Masih banyak nama pejuang kemerdekaan tanah air yang belum mendapat apresiasi layak, seperti diabadikan menjadi nama jalan atau gedung pemerintahan di daerah asal mereka.

Fenomena “pahlawan yang tercecer” ini memicu keprihatinan dari berbagai kalangan, salah satunya terkait rekam jejak pejuang asal Bogor, Kapten Inf. (Purn) TB. A. Basuni.

Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., saat memberikan keterangan kepada media dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, Senin (8/6/2026).

“Banyak pejuang kita, baik di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor maupun di seluruh penjuru Nusantara dari Sabang sampai Merauke, yang namanya seolah terlupakan,” ujar Prof. Sutan Nasomal via sambungan telepon.

Menyikapi hal ini, Prof. Sutan Nasomal meminta Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Haji Prabowo Subianto bersama jajaran terkait, untuk melakukan pendataan ulang terhadap nama-nama para pejuang daerah agar mereka mendapatkan hak serta pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional.

Menurutnya, langkah ini penting agar para tokoh pejuang lokal dapat terus menjadi kebanggaan serta teladan bagi masyarakat setempat dan keluarga yang ditinggalkan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kutipan Bung Karno pada Hari Pahlawan 1961 itu harus kita maknai secara nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

💥Soroti Jejak Sejarah TB. A. Basuni

Momentum menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada Agustus 2026 dan HUT TNI ke-81 pada September 2026 dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengoreksi catatan sejarah. Prof. Sutan mencontohkan sosok TB. A. Basuni, pejuang yang memiliki kontribusi besar dalam gerakan kemerdekaan di wilayah Bogor, namun kini seolah terlupakan.

Berdasarkan catatan sejarah, TB. A. Basuni merupakan salah satu pendiri Badan Keamanan Rakyat (BKR) Bogor pada tahun 1945, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebelum bergerilya di Bogor, ia aktif dalam Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) di bawah kepemimpinan KH. Syam’un.

Ahli waris almarhum, Tubagus Hendra Bayu Rota, mengungkapkan bahwa sang ayah juga terlibat langsung dalam peristiwa heroik Bojong Kokosan pada tahun 1945. Atas dedikasinya, mendiang telah dianugerahi berbagai tanda kehormatan negara.

“Penghargaan yang diterima antara lain Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Sewindu, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, serta Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) I dan V,” papar Tubagus Bayu Rota.

Mengingat besarnya jasa dan bukti otentik penghargaan tersebut, Prof. Sutan Nasomal mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, serta pemerintah pusat, untuk memberikan pengakuan resmi atas jasa-jasa Kapten Inf. (Purn) TB. A. Basuni demi meluruskan sejarah perjuangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Example 728x250
error: Content is protected !!